Oleh: M Shodiq Mustika | 14 Maret 2009

Aku senang mencintaimu (dengan bagaimanakah?)

Dengan bagaimanakah aku senang mencintaimu? Dengan sederhanakah? Oh, tidak. Cinta itu penuh dengan misteri. Bila mencintai dengan sederhana, ke manakah cinta kita akan menuju? Kepada kehampaankah? Ogah, ah!

Aku senang mencintaimu dengan terarah:
dengan sehembus bayu yang dideburkan
Ar-Rahim kepada segumpal darah
yang menjadikannya manusia.

Aku senang mencintaimu dengan tertata:
dengan selaksa aroma yang didesirkan
lebah pengolah buah di hening sarang
yang menjadikannya pencinta.

Begitulah puisi Aisha Chuang dalam Nikmatnya Asmara Islami. Puisi tersebut dimaksudkan sebagai “jawaban” atau “sudut pandang yang lain” terhadap puisi karya Sapardi Djoko Damono, “Aku Ingin”:

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Dalam segi bahasa penyampaian pesan, mungkin puisi Sapardi Djoko Damono ini lebih indah (dan tentu lebih orisinal). Namun dalam segi makna yang terkandung di dalamnya, aku lebih suka puisi Aisha Chuang di atas. Sebab, aku lebih senang menggunakan sudut pandang yang positif daripada negatif. Inilah sebabnya mengapa aku lebih suka memandang cinta sejati sebagai madu yang dihasilkan oleh lebah pengolah buah daripada sebagai abu kayu yang terbakar oleh api.


Tanggapan

  1. aku lebih suka puisi sapardi djoko pramono, co2k ma situasi dan kondisikku saat ini.

  2. puisi yang sangat indah sekali

  3. aduh, blog gak mutu…isinya banyak bertentangan ma Al Quran n Hadist…
    ya Allah, ampunilah orang yang telah membantah perkataanMu ini….

    …hati2 laknat Allah…

    yang haram kok dikasi label islami??
    qiyasnya sama dengan nyembelih babi pake bismillah, tetap aja haram wahai tua bangka!!!

    punya otak gak sihh, gw aja yang awam, naatin perintah!! malah yang berilmu dibutakan ma ALLAH!! kasian banget loe

  4. bagus nih puisi .copas ya

  5. wah indah sekali yang atas
    yang bawah udah bosen
    udah sering denger :D

  6. kerennn … copas y gan…:D

  7. ,menyentuh sekali

  8. wah…mank blog ini bgus ya isinya. tapi ada yang ngganjel di hati.
    apa dalil2nya sesuai sma al-qur,an dan hadist. perlu ditinjau lagi tuchh


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.