<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Bila istriku sudah memuakkan bagi diriku</title>
	<atom:link href="http://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/</link>
	<description>dengan cinta, mengakrabi Allah SWT sedekat-dekatnya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 01 Nov 2009 09:00:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Jayadi Gusti</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/#comment-48</link>
		<dc:creator>Jayadi Gusti</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 May 2009 04:46:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=73#comment-48</guid>
		<description>Sebenci itukah kepada istri? Apakah karena istri telah melakukan pelanggaran dan penghinaan yang begitu berat terhadap syariat?

&#039;Aisyah Ummul Mu`minin pernah mengatakan : &quot;Rasulullah tidak pernah marah bila hak-hak dirinya tidak dihargai orang. Namun bila hak-hak islam yang dihinakan, maka tidak terhinggalah marah beliau.&quot;

Jadi, karena apakah sentuhan istri begitu mengganggu? Tidak ada cinta lagi? Kenapa? Cinta itu anugerah ketika kita berusaha mendekat. Abu Hurairah menyampaikan hadits bahwa Tuhan berfirman : &quot;HambaKU terus mendekat kepadaKU dengan amal-amal wajib. Dan ia terus mendekat dengan amal-amal tambahan (nawafil). Hingga ia mencintaiKU, dan Aku pun mencintainya.&quot;

Bila cinta Tuhan Yang Maha Kasih diraih dengan pendekatan wajib dan nawafil. Maka cinta istri Yang Tidak Maha Kasih jauh lebih pantas untuk diraih dengan pendekatan semacam itu. (jangan dekati istri melalui yang wajib-wajib. Coba dengan meluaskan yang nawafil-nawafilnya!).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sebenci itukah kepada istri? Apakah karena istri telah melakukan pelanggaran dan penghinaan yang begitu berat terhadap syariat?</p>
<p>&#8216;Aisyah Ummul Mu`minin pernah mengatakan : &#8220;Rasulullah tidak pernah marah bila hak-hak dirinya tidak dihargai orang. Namun bila hak-hak islam yang dihinakan, maka tidak terhinggalah marah beliau.&#8221;</p>
<p>Jadi, karena apakah sentuhan istri begitu mengganggu? Tidak ada cinta lagi? Kenapa? Cinta itu anugerah ketika kita berusaha mendekat. Abu Hurairah menyampaikan hadits bahwa Tuhan berfirman : &#8220;HambaKU terus mendekat kepadaKU dengan amal-amal wajib. Dan ia terus mendekat dengan amal-amal tambahan (nawafil). Hingga ia mencintaiKU, dan Aku pun mencintainya.&#8221;</p>
<p>Bila cinta Tuhan Yang Maha Kasih diraih dengan pendekatan wajib dan nawafil. Maka cinta istri Yang Tidak Maha Kasih jauh lebih pantas untuk diraih dengan pendekatan semacam itu. (jangan dekati istri melalui yang wajib-wajib. Coba dengan meluaskan yang nawafil-nawafilnya!).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
