Tak jarang aku merasa sedih di tengah-tengah kegembiraan orang-orang. Salah satunya adalah ketika menjumpai gurauan atau pun lawakan yang memandang hina seseorang yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka tertawa-tawa, tetapi hatiku menangis. Hatiku pun menjerit. Aku marah, tetapi apalah dayaku selain menuangkannya lewat tulisan seperti ini? Read the rest of this entry »

Andai aku termakan nafsu, ‘kan kuledakkan semua kata seru yang menyerbuku. Tetapi mereka cuma belum tahu siapa namaku. Belum pernah mereka tengok debar jantungku. Belum pernah mereka jenguk getar otakku. Mereka hanya meludah sebelum mencerna…

Read the rest of this entry »