<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Tasawuf Cinta</title>
	<atom:link href="http://bersalatlah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bersalatlah.wordpress.com</link>
	<description>dengan cinta, mengakrabi Allah SWT sedekat-dekatnya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2009 20:24:21 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='bersalatlah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/22d7f074f4467933e098ee8986e41ccc?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Tasawuf Cinta</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://bersalatlah.wordpress.com/osd.xml" title="Tasawuf Cinta" />
		<item>
		<title>Konsultasi: Ibu Suruh Menyuap Rp 80 Juta Agar Jadi CPNS</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/27/konsultasi-ibu-suruh-menyuap-rp-80-juta-agar-jadi-cpns/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/27/konsultasi-ibu-suruh-menyuap-rp-80-juta-agar-jadi-cpns/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 20:22:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[hukum karma]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[aku ga tau apa ini masuk kategori konsult cinta apa tdk.ibuku ingin aku dekat dgn cowok stlh aku rampung study and kerja. pada usia 26 th semuanya kudapat,alhamdulillah.akupun mulai dekat dg cowok,melihat usiaku saat itu tiap dekat dg cowok aku selalu bilang aku ga butuh pacaran aku butuh nikah karena aku punya 2 adek yng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=87&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>aku ga tau apa ini masuk kategori konsult cinta apa tdk.ibuku ingin aku dekat dgn cowok stlh aku rampung study and kerja. pada usia 26 th semuanya kudapat,alhamdulillah.akupun mulai dekat dg cowok,melihat usiaku saat itu tiap dekat dg cowok aku selalu bilang aku ga butuh pacaran aku butuh nikah karena aku punya 2 adek yng jg pingin nikah tapi ortu ga restu kalau ada yang dilangkahi,selama 5 tahun 3 kali aku alami kegagalan, 2 kali gagal ketika akan lamaran karena ada cewek yang ngaku pernah di tiduri (maaf) lucunya waktu aku di tanya sama ortunya udah pernah di apa apain belum? ya aku jujur aja aku belum belum pernah di sentuh (mungkin maksudnya di cium atau yang lain lah) waktu itu aku bangga karena aku masih aman and yakin ortu pasti milih mantu yang masih baik ternyata perkiraanku meleset karena belum di “apa apain” aku disuruh ngalah meski dihati sakit banget dengan terpaksa aku menjauh, yang satu gagal waktu pendekatan dengan ortunya karena perbedaan suku.<br />
dari beberapa email yang masuk ke aku, mereka masih berharap dan belum bisa melupakan aku.klise<br />
di usiaku yang sudah 31 apalagi kedua adekku saudah menikah semua akupun berusaha minta di carikan jodoh sama keluargaku tapi sampai detik ini belum ada yang dapat bukan gagal tapi kesalahan waktu di comblangin ternyata aku tak masuk kritaria cowok cowok itu.<br />
sambil menunggu, uang hasil kerja yang rencananya aku buat nikah,aku investasikan untuk beli rumah<br />
beberapa waktu yang lalu senior adekku di tempat kerjanya bilang, fase aku mengalami segala permasalahan itu memang itulah ujian aku dan aku bisa sukses dalam apapun kalau aku minta maaf sama ibu.adekku ga percaya kemudian nanya ke ibu benar tidak kalau ibu punya ganjalan terhadap aku.jujur memang benar ibu merasa sakit hati saat aku memutuskan merantau.hal itu aku lakukan karena maunya ibu semua anaknya dekat dengan beliau dan itu tidak mungkin apalagi penempatan dinas adekku yang bungsu sampai nyebrang laut.meski lama lama ibu mau ngerti tapi terhadap aku ibu belum bisa melupakan.sikap aku dinilai sebagai pemberontakan,setelah aku pikir pikir mungkin kasih sayang ibu terhadapku sungguh berlebihan karena aku anak satu satunya dari suami pertamanya (ortu kandungku bercerai karena hadirnya wanita lain)2 hari kemudian aku pulang untuk mintamaaf ke ibu dan kata ibu beliau sudah melupakan semua<br />
permasalahannya sekarang melihat kegagalanku selama ini ibu minta aku pulang (aku di jawa barat, ortu di jawa timur 12 jam perjalanan) dan aku diminta untuk masuk PNS dengan DP 80 juta biar bisa masuk (itulah sebenarnya aku ga mau di rumah karena ibu maksa dengan keputusan itu)<br />
yang buat aku bingung cinta mana yang mesti aku pilih ” cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?<br />
yang sebenarnya adalah ALLAH ataukah IBU?<br />
bagaimana kalau ibu sakit hati lagi? karena selama ini usahaku menjelaskan tidak baiknya sistem bayar membayar ini mengalami kebuntuan terus.<br />
karena terbukti ucapan ibu selalu terjadi,permasalahan yang menimpaku tak ada penyelesaiannya.<br />
disamping itu aku juga ga tau laki laki yang pantas buatku menurut ibu tuh seperti apa karena beberapa kali ibu nyodorin calon yang sebenarnya ibu sendiri kurang sreg<br />
aku baiknya gimana?</p></blockquote>
<p>Jawaban M Shodiq Mustika: <span id="more-87"></span></p>
<p>Ya, persoalanmu bukan masalah cinta asmara, melainkan jenis cinta yang lain, yaitu cinta kepada orangtua. Pertanyaan pertamamu, &#8216;cinta mana yang mesti aku pilih ”cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?&#8217; Jawaban pertamaku, <em>jangan pilih keduanya</em>! </p>
<p>Kamu sudah tahu bahwa menyuap itu dilarang oleh agama (dan juga hukum negara). Tentu kamu juga sudah tahu bahwa walaupun ibumu menyuruhmu begitu, agama kita melarang kita untuk mentaati perintah maksiat dari siapa pun, termasuk dari orangtua. </p>
<p>Namun, jangan jadikan pembelian rumah sebagai pelarian. Belilah rumah seandainya kamu memang sudah membutuhkan. Tapi kalau belum terlalu butuh, mungkin lebih baik ditabung dulu sebagai jaga-jaga kalau sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak. </p>
<p>Lagipula, kalau kau membeli rumah, bisa-bisa ibumu menafsirkan bahwa dirimu lebih mencintai rumah daripada orangtua. Hal ini bisa sangat menyakitkan beliau. Alasan yang lebih baik mengapa kamu tidak mau menyuap itu adalah bahwa kamu <strong>takut kepada Allah</strong>. Alasan ini takkan terlalu menyakitkan bagi siapa pun. </p>
<p>Selain itu, yang penting adalah sampaikanlah alasan tersebut <strong>dengan cara yang sebaik-baiknya</strong>. Biasanya cara kita menyampaikan itu jauh lebih berpengaruh daripada isi pesan kita.</p>
<p>Bagaimana kalau ibumu masih sakit hati? Bertawakallah kepada Allah Sang Mahakuasa. Sebagaimana sudah beberapa kali kusampaikan di situs ini, <strong>Islam tidak mengenal hukum <a href="http://shodiq.com/?s=karma">karma</a>.</strong> Kelajanganmu hingga kini bukanlah disebabkan oleh sakit hatinya ibumu.</p>
<p>Untuk memperkuat tawakkalmu itu, silakan berdoa dan berzikir yang relevan sebagaimana kupaparkan di buku <a href="http://shodiq.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a>. Adapun untuk mendapatkan jodoh yang setepat-tepatnya, lakukanlah istikharah! Caranya telah kupaparkan di buku <a href="http://shodiq.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a>.</p>
<p>Demikianlah saranku. Wallaahu a&#8217;lam.</p>
Posted in konsultasi Tagged: hukum karma, keluarga, konsultasi, orangtua <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=87&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/27/konsultasi-ibu-suruh-menyuap-rp-80-juta-agar-jadi-cpns/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menghunus Qur&#8217;an, Menyorong Cinta</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/08/menghunus-quran-menyorong-cinta/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/08/menghunus-quran-menyorong-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 May 2009 20:19:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[asmara islami]]></category>
		<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir Al-Qur’an]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[Wahai Cinta! Maafkan kami, ya! Selama ini, hampir tak pernah kami balas panggilanmu. Padahal, giat sekali kausapa kami lewat Surat Cinta Terindah dari-Nya. Amboi! Dalam format hubb, kau hadir di 83 tempat. Di 27 lokasi, kau muncul selaku mawaddah. Sebagai rahmah, kau berbicara 321 kali.[i] Subhaanallaah&#8230; Bagaimana mungkin kami jadi sahabat karibmu bila kehadiranmu yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=85&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Wahai Cinta! Maafkan kami, ya! Selama ini, hampir tak pernah kami balas panggilanmu. Padahal, giat sekali kausapa kami lewat <a href="http://shodiq.com/?s=%22surat+cinta%22">Surat Cinta</a> Terindah dari-Nya. Amboi! Dalam format <em>hubb</em>, kau hadir di 83 tempat. Di 27 lokasi, kau muncul selaku <em>mawaddah</em>. Sebagai <em>rahmah</em>, kau berbicara 321 kali.[i] Subhaanallaah&#8230; Bagaimana mungkin kami jadi sahabat karibmu bila kehadiranmu yang serajin itu kami anggap angin lalu? <span id="more-85"></span></p>
<p><em>Alif Lâm Mîm.<br />
inilah kitab yang tiada keraguan di dalamnya;<br />
petunjuk bagi mereka &#8230; yang menyumbang<br />
dari rizqi yang Kami karuniakan.</em><br />
(al-Baqarah [2]: 1-3)</p>
<p>Sobat, siapa bilang <a href="http://shodiq.com/tag/rezeki/">rezeki</a> yang bisa kita sumbangkan menurut Surat-Nya ini hanya berupa barang konkret, seperti makanan, pakaian, rumah, dan sebagainya? Rezeki Allah pastilah mencakup ‘benda’ gaib (tak tertangkap pancaindera), seperti kemampuan untuk memahami orang, rasa cinta, dan seterusnya.[ii] Kata siapa Al-Qur’an tidak meminta kita untuk mendermakan karunia batiniah? Senyum aja sedekah,[iii] apalagi cinta! Iya ‘kan? Makanya, <strong>yuk kita bersedekah melalui cinta!</strong></p>
<p>Belon tau langkah2nya? Tenaaang. “<em>Orang-orang yang benar-benar berjuang di dalam [mencari Jalan] Kami niscaya Kami bimbing ke Jalan-Jalan Kami. Allah sungguh bersama orang-orang yang berbuat baik.</em>” (al-’Ankabut [29]: 69)</p>
<p>Dalam konteks ‘<a href="http://shodiq.com/tag/jihad/">jihad</a>’ inilah kata <em>hubb</em> sering digunakan oleh Al-Qur’an.[iv] Keberatan? Aku ngerti. Perjuangan di Jalan Asmara Islami tidaklah semudah mengedipkan mata. Boleh jadi, <strong>musuh terganas ialah <a href="http://shodiq.com/?s=%22hawa+nafsu%22">hawa-nafsu</a> kita sendiri</strong>: nafsu untuk memiliki, menguasai, ‘mencicipi’ kekasih&#8230;. Namun, tak usah kita berkecil hati. Sang Pemurah telah membekali kita sebuah ‘senjata’ ampuh: Al-Qur’an. (Lihat al-Furqan [25]: 52. Inilah ayat paling awal yang mengandung kata ‘jihad’.[v])</p>
<p>Berhadapan dengan Kitab Allah, segala dorongan <a href="http://shodiq.com/?s=%22hawa+nafsu%22">hawa nafsu</a> (dan juga <a href="http://shodiq.com/2007/10/31/logika-iblis-yang-menyesatkan-orang-yang-taat-beragama/">rayuan syetan</a>) bertekuk lutut. Mengapa? Karena Al-Qur’an adalah <em>al-furqan</em>, pembeda antara yang benar dan yang salah. (Lihat al-Furqan [25]: 1.) Dengan Al-Furqan, cinta yang islami dapat dibedakan dari yang jahiliyah.</p>
<p>Belum paham? Oke&#8230; Mari kita peratiin, umpamanya, dari 80-an kali penampakan ‘cinta’ (<em>hubb</em>) di dalam Al-Qur’an, 60-nya menggunakan format <em>fi’il</em> (kata kerja). Hampir semuanya berjenis <em>fi’il mudhari</em> (menunjuk waktu sekarang dan akan datang, bentuknya bisa berubah-ubah sesuai struktur kalimat). Hanya dua kali, <em>fi’il madhi</em> (menunjuk waktu lampau, bentuknya tidak banyak berubah dalam berbagai struktur kalimat) dipakai.[vi]</p>
<p>Dari situ kupahami, mencintai (‘cinta’ dalam format kata kerja) lebih penting ketimbang cinta itu sendiri (‘cinta’ dalam bentuk kata benda). <strong><a href="http://shodiq.com/tag/cinta-sejati/">Cinta sejati</a> adalah <em>proses dinamis</em> yang berorientasi ‘saat ini dan masa depan’, <em>menjadi</em> pencinta, memberi kasih-sayang. Asmara Islami tidak terpaku pada ‘masa lalu’, <em>tidak</em> begitu bernafsu untuk <em>memiliki</em> kekasih (benda yang dicintai), tidak mengemis-ngemis cinta.</strong></p>
<p>Kata ‘mencintai’ (<em>yuhibbu</em>) selalu berstatus <em>i’rab rafa’</em> dengan harakat <em>dhammah</em>. Menurut Hassan Hanafi, <em>i’rab</em> ini melambangkan simbol <em>fa’iliyyah</em>,[vii] sifat pelaku, pengendali, penentu. <em>Dhammah</em> mengisyaratkan sesuatu yang kuat dan menguasai keadaan.[viii]</p>
<p>Makanya, nggak bakalan ada segelintir pun orang yang mampu membuat hatimu kucar-kacir, Dik. Biar cakepnya ngungguli Yusuf a.s. kèk, kerènnya ngalahin <a href="http://shodiq.com/tag/selebritis/">selebritis</a> kèk&#8230;, enggak ‘ngaruh, euy! Kendati paranormal sedunia berkoalisi meramu jampi2 pelet, hatimu takkan tertaklukkan. Dalam kadar2 yg ditetapin Allah, kamu sendirilah yang nentuin kapan, bagaimana, dan pada siapa kau naruh hati.</p>
<p>&#8211;Aisha Chuang &#8211; <a href="http://groups.yahoo.com/group/ac4x3/message/111">http://groups.yahoo.com/group/ac4&#215;3/message/111</a></p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>[i] Abdurrasyid Ridha, <em>Memasuki Makna Cinta</em> (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2000), hlm. 31, 67, 80.</p>
<p>[ii] Abdullah Yusuf Ali, <em>Qur’an Terjemahan dan Tafsirnya</em>, Juz I s/d XV, terj. Ali Audah (Jakarta: Pustaka Firdaus, 1996), hlm. 17.</p>
<p>[iii] Lihat hadits riwayat at-Tirmidzi dalam <em>Sunan at-Tirmidzi</em>, kitab “al-Birr wa ash-shilah”, 3/228.</p>
<p>[iv] Abdurrasyid Ridha, <em>Memasuki Makna Cinta</em>, hlm. 35-36.</p>
<p>[v] M. Dawam Rahardjo, “Ensiklopedi Al-Qur’an: Jihad” dalam <em>Jurnal Ulumul Qur’an</em>, No. 7/II/1990, hlm. 60.</p>
<p>[vi] Abdurrasyid Ridha, <em>Memasuki Makna Cinta</em>, hlm. 33.</p>
<p>[vii] Hassan Hanafi, <em>Al-Yamin wa al-Yasar fi al-Fikr ad-Dini</em> (Kairo: Maktabah Madbuli, 1989), hlm. 15.</p>
<p>[viii] Lihat Mahmud bin asy-Syarif, <em>Nilai Cinta dalam Al-Qur’an</em>, terj. As’ad Yasin (Solo: Pustaka Mantiq, 1995), hlm. 50.</p>
Posted in alasan Tagged: asmara islami, cinta sejati, tafsir Al-Qur’an <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=85&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/05/08/menghunus-quran-menyorong-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bila istriku sudah memuakkan bagi diriku</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 19 Apr 2009 15:18:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[konsultasi pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[suami adil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Kebersamaan dgnnya hanya membuahkan kejengkelan, sentuhannya membuatku terusik dan terganggu, tak satupun aku simpati melihat keluarganya, tingkahnya menghasilkan rasa muak buatku, masakannya tidak terasa enak buatku, aku berada dirumah hanya demi sikecil yg msh berumur 6 bulan, sudah tak ada niat menjaga kelangsungan rmh tangga ini, tapi tak kuasa berpisah dengan sikecil, setiap hari dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=73&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>Kebersamaan dgnnya hanya membuahkan kejengkelan, sentuhannya membuatku terusik dan terganggu, tak satupun aku simpati melihat keluarganya, tingkahnya menghasilkan rasa muak buatku, masakannya tidak terasa enak buatku, aku berada dirumah hanya demi sikecil yg msh berumur 6 bulan, sudah tak ada niat menjaga kelangsungan rmh tangga ini, tapi tak kuasa berpisah dengan sikecil, setiap hari dia sakit hati krn tdk kuhiraukan, stp hr kuberdosa krn tak mengacuhkannya, jika bpk adlh saya, apa lngkh yg bpk ambil ?</p></blockquote>
<p>Tanggapan M Shodiq Mustika: <span id="more-73"></span></p>
<p>Bila aku berada dalam posisimu itu, maka amal utama yang aku lakukan adalah menghitung seberapa banyak nikmat yang Allah karuniakan kepadaku. </p>
<p>Perihal anak itu, misalnya. Alhamdulillah, dia sehat dan berkecukupan. Sementara di luar sana&#8230; ada banyak anak-anak yang kelaparan dan kekurangan gizi, bahkan tak sedikit yang cacat. Alhamdulillah, anakku kelak bisa mengenyam pendidikan di sekolah yang bermutu, sementara di luar sana&#8230; ada banyak anak yang terpaksa <em>drop out</em> dan bekerja supaya bisa hidup. Alhamdulillah, dia dibesarkan di bawah kasih sayang bapak dan ibunya, juga keluarga bapak dan ibunya. Sementara di luar sana, ada banyak anak tak berbapak dan tak beribu. Ada pula banyak anak yang dibuang di tempat sampah atau pun di jalanan, mereka tumbuh tanpa kasih sayang dari bapak dan ibunya. Alhamdulillah, anakku menyayangi diriku. Sementara di luar sana, ada banyak anak yang membenci orangtuanya. Alhamdulillaah&#8230;. dan masih banyak lagi yang lainnya. </p>
<p>Itu baru dari segi anak. Belum lagi dari segi rumah tempat tinggal kami, lalu karirku, kesehatanku, mataku yang dapat menikmati keindahan pemandangan, telingaku yang dapat menikmati musik merdu, lidahku yang dapat menikmati lezatnya makanan dan minuman, lalu besarnya peluang mengakses informasi melalui internet, juga bagaimana aku disayang istriku, sahabatku, familiku, &#8230; dan masih banyak lagi yang lainnya.</p>
<p>Seraya menghitung-hitung kenikmatan itu, aku takkan mengutuk &#8220;kegelapan&#8221;. Aku lebih suka menyalakan &#8220;sinar&#8221;. Aku menyinari dengan &#8220;cinta&#8221;.</p>
<p>Sebab, cinta bukanlah tertusuk panah cupid. Cinta adalah kemauan. Di mana ada kemauan, di situ ada jalan. </p>
<p>Aku mau mencintai, tak peduli apakah orang yang kucintai membalas mencintaiku ataukah tidak. Sebab, dengan mencintai secara tuluslah aku merasa hidup, merasa ada. Dengan merasa ada, aku pun merasa bahagia.</p>
<p><a href="http://shodiq.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/">    Aku senang mencintainya dengan terarah:<br />
    dengan sehembus bayu yang dideburkan<br />
    Ar-Rahim kepada segumpal darah<br />
    yang menjadikannya manusia.</p>
<p>    Aku senang mencintainya dengan tertata:<br />
    dengan selaksa aroma yang didesirkan<br />
    lebah pengolah buah di hening sarang<br />
    yang menjadikannya pencinta.</a></p>
<p>Aku mau mencintai, karena dengan cintaku inilah aku akan hidup abadi, hidup yang benar-benar hidup, yakni hidup di akhirat kelak. Segala perilaku istriku atau siapapun yang mungkin menjengkelkan diriku itu hanyalah soal kecil. Toh aku mengalaminya selama beberapa dekade saja, takkan sampai ratusan atau ribuan tahun. Itu tak ada artinya bila dibandingkan dengan kebahagiaan surgawi yang Allah janjikan kelak di akhirat selama lebih dari jutaan tahun, lebih dari milyaran tahun, lebih dari angka yang dapat aku bayangkan. Sebab, kita hidup di akhirat selama-lamanya.</p>
<p>Oleh karena itu, aku utamakan orang-orang terdekatku, khususnya anak dan istriku, sebagai ladang amal bagiku. Mereka tidak pernah menolak amalku yang aku lakukan terhadap mereka. Bahkan, mereka dengan sukacita menerima amalku. Ini membuatku lebih bersemangat untuk beramal dalam rangka menambah bekal kehidupan di akhirat kelak. Siapa tahu, amalku masih teramat kecil/sedikit untuk mengetuk pintu surga. Belum ada jaminan bahwa aku akan masuk surga kelak. Kalau aku enggan memanfaatkan ladang amal yang terbentang lebar ini, tidak malukah aku berdoa memohon surga kepada Sang Maha Pencinta?</p>
<p>Wahai&#8230; Sesungguhnya, kita semua adalah milik Allah, dan kepada-Nya lah kita akan kembali.</p>
Posted in konsultasi Tagged: kebahagiaan, konsultasi pernikahan, suami adil <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=73&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/04/19/bila-istriku-sudah-memuakkan-bagi-diriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kumpulan Puisi Tragedi Situ Gintung</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/31/kumpulan-puisi-tragedi-situ-gintung/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/31/kumpulan-puisi-tragedi-situ-gintung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 15:29:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Situ Gintung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[PUISIKU UNTUK INDONESIA RAYA”KU”
mazih007
Indonesia-ku…. mengapa masih saja merintih… padahal mobil mewah dengan merk terkenal bersliweran… rumah megah nan mewah bertebaran… Mall dan pusat hiburan berhadapan… Gedung nan tinggi bersusulan… Orang naik pesawat sudah seperti naik angkot, saling berebutan… handphone termahal hingga termurah sudah seperti kacang, sampai anak SD, pemulung, pengemis juga menggunakan… hingga bermunculan “Ketik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=75&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><h2><a href="http://shodiq.com/2009/03/29/7-keanehan-pada-tragedi-situ-gintung/comment-page-2/#comment-11094">PUISIKU UNTUK INDONESIA RAYA”KU”</a></h2>
<p><em>mazih007</em></p>
<p>Indonesia-ku…. mengapa masih saja merintih… padahal mobil mewah dengan merk terkenal bersliweran… rumah megah nan mewah bertebaran… Mall dan pusat hiburan berhadapan… Gedung nan tinggi bersusulan… Orang naik pesawat sudah seperti naik angkot, saling berebutan… handphone termahal hingga termurah sudah seperti kacang, sampai anak SD, pemulung, pengemis juga menggunakan… hingga bermunculan “Ketik Weton Spasi Tanggal Lahir Kirim SMS ke 7878″…..</p>
<p>Tapi mengapa… menambal tanggul saja tidak dilakukan? Hingga muncul lagi jatuh korban. Adanya bencana Tsunami, Yang Maha Kuasa sudah memperingatkan… Meluapnya lumpur Lapindo pun tidak diindahkan…</p>
<p>Indonesia Raya”KU”… berubah tidak mudah… berkelit justru tidak sulit…</p>
<p>Beranikah kita untuk berubah??? Sanggupkah….??? Sungguh…..???<br />
Ayo… Indonesia Raya”KU”…. kita coba mulai dari diri sendiri dan hal yang paling kecil…. <span id="more-75"></span></p>
<h2><a href="http://tayak.wordpress.com/2009/03/27/situ-gintung/">situ gintung</a></h2>
<p><em>tayak</em></p>
<p>Ketika mendengar teriakan sekeras itu kengerian menyerangku. Puisi dengan cepat menyergapku : tersampaikan padaku kisah manusia terdahulu (tentang rasa mual yang beranak-pinak di punggungku)</p>
<p>Ketika mendengar teriakan sekeras itu udara mencekikku. Puisi perlahan meninggalkan pertanyaan padaku : tak usaikah kisah yang dimulai kata “manusia duka” (si palsu mengaku diriku) <!--more--></p>
<h2><a href="http://setengahmateng.com/2009/03/30/situ-gintung/">Situ Gintung</a></h2>
<p><em>Gagah Putra Arifianto</em></p>
<p>Mereka yang berlari<br />
Menghindari Mati<br />
Berharap napas kan terpanjang<br />
Walau hanya sedetik, lagi</p>
<p>Mereka lalu terdiam<br />
Tersesak, Tertangis<br />
Dan Mereka ditanya<br />
Aku terdiam menanya<br />
Kenapa</p>
<p>Saat ku duduk<br />
Lalu melihat keatas<br />
Mereka Tersenyum<br />
Minta diri<br />
Untuk hari ini<br />
Dan kita yang masih bernapas<br />
Untuk Esok<br />
Akankah kita belajar dan bernapas demi diri sendiri?</p>
<h2><a href="http://pakdhedullah.blogspot.com/2009/03/situ-bitung-dalam-puisi.html">SITU BITUNG DALAM PUISI</a></h2>
<p><em>Abdullah G.Sugiyarto</em></p>
<p>Tujuh puluh sembilan tahun silam&#8230;<br />
Engkau diciptakan oleh penguasamu<br />
Untuk mensejahterakan, lewat airmu<br />
kini&#8230;&#8230;<br />
Engaku telah rusak,&#8230; wajah ayumu nan sirna<br />
engkau dijajah, dipaksa untuk muram<br />
airmatamu tak kuasa kau bendung<br />
murkamu kau tumpahkan pada orang yang tak berdosa</p>
<p>Situ Gintung&#8230;., taukah kamu&#8230;.<br />
kau marah pada orang yang salah<br />
kau murka pada orang yang tak berdosa<br />
walaupun aku tau&#8230; itu hanya peringatanmu<br />
kemurkaan dan keangkaraan manusia, </p>
<p>Situ Gintung, aku tau kau murka<br />
karena Tuan-tuanmu hanya memikirkan kampanye<br />
tuan-tuanmu hanya memikirkan kursi-kursi yang empuk<br />
hingga tak memperhatikanmu</p>
<p>Situ Gintung&#8230; pikirkan tindakanmu itu<br />
sawah ladang yang kau airi telah tumbuh menjadi gedung nan tinggi<br />
kini&#8230; kau luluh lantakkan dengan murkamu<br />
puaskan dirimu situ gintung&#8230;&#8230;</p>
<p>sekarang kau manja&#8230;. kau senyum-senyum, kau suka, kau puas<br />
setiap umat di seluruh dunia memperhatikanmu<br />
melirikmu, menyapamu, memanjakanmu<br />
Bahkan Presiden dan para mentrinya menyambangimu</p>
<p>Semua orang ingin menengokmu, kecuali aku<br />
karena aku tau, kau hanya SITU GINTUNG sebuah bendungan<br />
yang dibuat oleh tangan-tangan manusia<br />
dan wajar kalau dirusak pula oleh tangan-tangan manusia</p>
<p>Cuma menyesal Tung Gintung&#8230;.<br />
kenapa orang-orang tak berdosa menjadi korbanmu..</p>
<h2><a href="http://puisiindonesiamodern.blogspot.com/2009/03/situ-gintung.html">Situ Gintung</a></h2>
<p><em>Asep Sambodja</em></p>
<p>air<br />
air<br />
air<br />
membedah tanggul<br />
rubuh<br />
air bagai bah<br />
adzan subuh<br />
masjid menggigil<br />
air berenang di dalam rumah<br />
pohon-pohon berenang<br />
mayat-mayat berenang<br />
siaran televisi<br />
menangis<br />
air<br />
air<br />
air berlumpur<br />
air lagi<br />
lumpur lagi<br />
kematian lagi<br />
kematian yang itu juga<br />
tangis yang itu juga<br />
luka yang itu juga<br />
presiden<br />
wakil presiden<br />
pidato<br />
pidato<br />
luka lagi<br />
di jakarta<br />
mobil-mobil tak bisa berenang<br />
orang-orang kandas<br />
orang-orang datang<br />
menolong<br />
menangis<br />
menonton<br />
menangis<br />
memohon<br />
menangis<br />
sakit lagi<br />
sakit hati<br />
menghitung yang mati<br />
menghitung yang kembali<br />
menghitung yang hilang<br />
ibu<br />
ibu<br />
kematian ini begitu dekat<br />
begitu akrab<br />
gali lagi<br />
lubang itu<br />
tempat yang nyaman<br />
masjid itu<br />
kini kesepian<br />
ia berdiri<br />
sendirian<br />
rumah-rumah beterbangan<br />
kos-kosan menghilang<br />
anak-anak kos menghilang<br />
pemilik kos menghilang<br />
menangis<br />
menangis<br />
air<br />
air<br />
air<br />
air<br />
tanah<br />
berlumpur<br />
menutup mata<br />
siapa saja<br />
di situ gintung<br />
kota kenangan<br />
kota yang indah<br />
taman bermain<br />
anak-anak yang ceria<br />
pemancingan<br />
yang kini luka<br />
restoran yang kehilangan indah<br />
tak ada air<br />
sepi<br />
sepi<br />
luka<br />
luka<br />
Allah<br />
Allah<br />
Allah<br />
Allah<br />
&#8230;</p>
Posted in puisi Tagged: Situ Gintung <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=75&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/31/kumpulan-puisi-tragedi-situ-gintung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Monyet itu saudaraku; jangan pandang hina!</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/24/monyet-itu-saudaraku-jangan-pandang-hina/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/24/monyet-itu-saudaraku-jangan-pandang-hina/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Mar 2009 15:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[gurauan]]></category>
		<category><![CDATA[lawak]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[monyet]]></category>
		<category><![CDATA[teori evolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=77</guid>
		<description><![CDATA[Tak jarang aku merasa sedih di tengah-tengah kegembiraan orang-orang. Salah satunya adalah ketika menjumpai gurauan atau pun lawakan yang memandang hina seseorang yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka tertawa-tawa, tetapi hatiku menangis. Hatiku pun menjerit. Aku marah, tetapi apalah dayaku selain menuangkannya lewat tulisan seperti ini? 
Begini, kawan, tulisanku ini terinspirasi oleh suatu diskusi di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=77&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tak jarang aku merasa sedih di tengah-tengah kegembiraan orang-orang. Salah satunya adalah ketika menjumpai gurauan atau pun lawakan yang memandang hina seseorang yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka tertawa-tawa, tetapi hatiku menangis. Hatiku pun menjerit. Aku marah, tetapi apalah dayaku selain menuangkannya lewat tulisan seperti ini? <span id="more-77"></span></p>
<p>Begini, kawan, tulisanku ini terinspirasi oleh suatu diskusi di situs shodiq.com ini pada beberapa hari belakangan ini, yaitu mengenai teori evolusi. Seorang pengunjung menyangka bahwa aku mendukung teori evolusi. (Padahal yang benar, aku bersikap netral.) Terhadap artikelku &#8220;<a href="http://shodiq.com/2009/03/20/jangan-percayai-teori-evolusi-tapi/">Jangan percayai teori evolusi, tapi…</a>&#8220;, ia berkomentar:</p>
<blockquote><p>klo manusia, monyet, dan primata lainnya diturunkan dari nenek moyang yang sama berarti anda bersaudara dengan monyet dan primata lainnya..</p></blockquote>
<p>Kuperhatikan, dia menggunakan kata &#8220;anda bersaudara dengan monyet&#8221;, bukan &#8220;kita bersaudara dengan monyet&#8221;. Aku tak tahu mengapa dia berkata begitu. Mudah-mudahan dia berkata begitu bukan karena menganggap monyet itu pasti lebih hina daripada manusia.</p>
<p>Terhadap komentar itu, aku sampaikan tanggapan sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Aku bersaudara dengan debu. Sebab, kami sama-sama berasal dari tanah.<br />
Aku tak tahu monyet itu berasal dari apa. Kalau berasal dari tanah juga, maka monyet pun saudaraku juga. (Kalau bukan dari tanah, lalu dari apa?) Bagaimanapun, aku tidak merasa lebih mulia daripada monyet, apalagi hanya karena asal-usulnya. Sebab, hanya iblis dan pengikutnya sajalah yang merasa lebih mulia daripada makhluk lain hanya karena asal-usulnya.</p></blockquote>
<p>Kalau pun monyet itu bukan berasal dari tanah, aku pun masih menganggap mereka itu saudaraku, saudara sesama makhluk hidup di muka bumi. Namun, bukan sekadar rasa persaudaraan ini yang membuat hatiku terluka manakala orang-orang memandang hina monyet. </p>
<p>Bagiku, memandang hina monyet itu berarti memandang hina penciptanya. Demikian pula orang-orang yang menertawakan orang lain yang wajahnya dianggap mirip monyet. Mereka memandang hina Sang Maha Pencipta. Inilah yang membuat hatiku terluka. Tuhanku dipandang hina, bagaimana tidak sedih?</p>
<p>Demikianlah sedikit cerita dan curhat dariku. Kini sampailah kita pada penilaian, manakah yang lebih hina antara manusia dan monyet. </p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://harrysimbolon.wordpress.com/2008/12/01/rosa-disejajarkan-dengan-monyet/"><img alt="" src="http://harrysimbolon.files.wordpress.com/2008/12/rosa-dan-monyet.jpg?w=406&#038;h=274" title="Rossa dan monyet" class="alignnone" width="406" height="274" /></a></p>
<p>Marilah kita lakukan penilaian berdasarkan firman-firman Sang Maha Pencipta. </p>
<p>Mungkin ada banyak di antara kita yang telah membaca ayat ini:</p>
<blockquote><p>
Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam dan kami angkat mereka di daratan dan di lautan, kami beri mereka rizki yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan. (QS al-Israa&#8217; [17]: 70)</p></blockquote>
<p>Mungkin dengan berdasarkan ayat tersebut, ada banyak orang yang merasa dirinya pasti lebih mulia daripada segala makhluk lain. Mereka kurang memperhatikan bahwa ada ayat-ayat lain seperti berikut ini:</p>
<blockquote><p>Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, [tetapi] kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya [yaitu neraka], kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh&#8230;. (QS at-Tiin [95]: 5-6)</p></blockquote>
<p>Berdasarkan ayat itulah (dan beberapa ayat lain seperti QS 98: 6-7), aku menilai bahwa pada umumnya, <strong>manusia itu sesungguhnya lebih hina daripada monyet dan makhluk-makhluk lainnya, kecuali yang beriman dan beramal saleh</strong>.</p>
<p>Bagaimana dengan orang-orang yang memandang hina monyet? Apakah mereka tergolong beriman dan beramal saleh? Yang pasti, memandang hina itu tentulah bukan tergolong amal saleh. Sedangkan keimanannya pun patut diragukan karena mereka kurang mengimani ayat 95:5-6 (dan ayat-ayat lain yang senada dengan itu). Kalau begitu, bukankah mereka yang memandang hina monyet itu sebetulnya justru lebih hina daripada yang mereka pandang hina?</p>
Posted in curhat Tagged: cinta, gurauan, lawak, manusia, monyet, teori evolusi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/77/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/77/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/77/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=77&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/24/monyet-itu-saudaraku-jangan-pandang-hina/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://harrysimbolon.files.wordpress.com/2008/12/rosa-dan-monyet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Rossa dan monyet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aku senang mencintaimu (dengan bagaimanakah?)</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 21:43:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta sejati]]></category>
		<category><![CDATA[Aisha Chuang]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[Sapardi Djoko Damono]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=70</guid>
		<description><![CDATA[Dengan bagaimanakah aku senang mencintaimu? Dengan sederhanakah? Oh, tidak.  Cinta itu penuh dengan misteri. Bila mencintai dengan sederhana, ke manakah cinta kita akan menuju? Kepada kehampaankah? Ogah, ah! 
Aku senang mencintaimu dengan terarah:
dengan sehembus bayu yang dideburkan
Ar-Rahim kepada segumpal darah
yang menjadikannya manusia.
Aku senang mencintaimu dengan tertata:
dengan selaksa aroma yang didesirkan
lebah pengolah buah di hening [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=70&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dengan bagaimanakah aku senang mencintaimu? Dengan sederhanakah? Oh, tidak.  Cinta itu penuh dengan misteri. Bila mencintai dengan sederhana, ke manakah cinta kita akan menuju? Kepada kehampaankah? <em>Ogah</em>, ah! </p>
<blockquote><p>Aku senang mencintaimu dengan terarah:<br />
dengan sehembus bayu yang dideburkan<br />
Ar-Rahim kepada segumpal darah<br />
yang menjadikannya manusia.</p>
<p>Aku senang mencintaimu dengan tertata:<br />
dengan selaksa aroma yang didesirkan<br />
lebah pengolah buah di hening sarang<br />
yang menjadikannya pencinta.</p>
</blockquote>
<p>Begitulah puisi Aisha Chuang dalam <a href="http://www.palasarionline.com/detail.php?kode=PPL1027">Nikmatnya Asmara Islami</a>. Puisi tersebut dimaksudkan sebagai &#8220;jawaban&#8221; atau &#8220;sudut pandang yang lain&#8221; terhadap puisi karya Sapardi Djoko Damono, &#8220;Aku Ingin&#8221;:</p>
<blockquote><p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br />
dengan kata yang tak sempat diucapkan<br />
kayu kepada api yang menjadikannya abu</p>
<p>aku ingin mencintaimu dengan sederhana:<br />
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan<br />
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada</p>
</blockquote>
<p>Dalam segi bahasa penyampaian pesan, mungkin puisi Sapardi Djoko Damono ini lebih indah (dan tentu lebih orisinal). Namun dalam segi makna yang terkandung di dalamnya, aku lebih suka puisi Aisha Chuang di atas. Sebab, aku lebih senang menggunakan sudut pandang yang positif daripada negatif. Inilah sebabnya mengapa aku lebih suka memandang cinta sejati sebagai <strong>madu yang dihasilkan oleh lebah pengolah buah</strong> daripada sebagai <em>abu kayu yang terbakar oleh api</em>.</p>
Posted in cinta sejati Tagged: Aisha Chuang, cinta, puisi cinta, Sapardi Djoko Damono <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/70/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/70/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/70/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=70&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/03/14/aku-senang-mencintaimu-dengan-bagaimanakah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Video: Kecantikan Islami</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Feb 2009 15:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[budaya islami]]></category>
		<category><![CDATA[kebahagiaan]]></category>
		<category><![CDATA[kecantikan islami]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka karena Allah sudah punya rencana yang cukup cantik, nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Marilah kita perbanyak syukur seraya mengucap alhamdu lillaah&#8230; kemudian kita wujudkan syukur kepada-Nya itu dalam bentuk menciptakan kecantikan-kecantikan yang islami, seperti dalam gambar-gambar (yang dilatari musik yang syahdu) ini:

Posted in alasan Tagged: budaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=79&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka karena Allah sudah punya rencana yang cukup cantik, nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Marilah kita perbanyak syukur seraya mengucap <em>alhamdu lillaah&#8230;</em> kemudian kita wujudkan syukur kepada-Nya itu dalam bentuk menciptakan kecantikan-kecantikan yang islami, seperti dalam gambar-gambar (yang dilatari musik yang syahdu) ini:</p>
<p><span style="text-align:center; display: block;"><a href="http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/"><img src="http://img.youtube.com/vi/AFx1jor3CIk/2.jpg" alt="" /></a></span></p>
Posted in alasan Tagged: budaya islami, kebahagiaan, kecantikan islami, syukur <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/79/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/79/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/79/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=79&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/28/video-kecantikan-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img.youtube.com/vi/AFx1jor3CIk/2.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Takwil Mimpi Kerabat Wafat dan Dijumpai Malaikat</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/05/takwil-mimpi-kerabat-wafat-dan-dijumpai-malaikat/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/05/takwil-mimpi-kerabat-wafat-dan-dijumpai-malaikat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 15:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[konsultasi]]></category>
		<category><![CDATA[kematian]]></category>
		<category><![CDATA[malaikat]]></category>
		<category><![CDATA[mimpi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[saya semalem mimpi pak sodiq, ada kabar salah satu kerabat saya di Bandung meninggal dunia.dimimpi saya dalam posisi menunggu almarhumah dibawa pulang ke rumah.
belakangan saya memang lagi khawatir dengan kesehatan ayaj saya yang terus menurun. gara2 beliau sakit, saya akan ingat terus di tanggal 14 nov 2008 saya bermimpi ayah saya duduk di teras dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=81&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>saya semalem mimpi pak sodiq, ada kabar salah satu kerabat saya di Bandung meninggal dunia.dimimpi saya dalam posisi menunggu almarhumah dibawa pulang ke rumah.</p>
<p>belakangan saya memang lagi khawatir dengan kesehatan ayaj saya yang terus menurun. gara2 beliau sakit, saya akan ingat terus di tanggal 14 nov 2008 saya bermimpi ayah saya duduk di teras dengan pakaian pulang dari sholat jumat.</p>
<p>lalu ada malaikat turun dan berdiri disampingnya, dengan penuh cahaya mengatakan bahwa umur ayah saya hanya 40 hari dari hari tersebut. saya menghitung mundur pak selama 40 hari dengan cemas ditambah kesehatan ayah saya yang memang kurang baik. gak berani cerita mimpi saya ke siapapun karena takut kejadian..tapi ada temen yang pada tanggal 14 nov saya minta untuk tanya tentang mimpi saya 40 hari setelahnya. </p>
<p>sekarang ayah saya sedang sakit, tapi semalem mimpinya kerabat saya yang meninggal dunia.</p>
<p>apa artinya pak??</p></blockquote>
<p>Takwil dari M Shodiq Mustika:</p>
<p>Bermimpi didatangi malaikat yang penuh dengan cahaya itu pertanda mimpi spiritual. Gambaran dalam mimpi spiritual biasanya simbolis, termasuk dalam hal &#8220;kerabat&#8221; dan &#8220;40 hari&#8221; pada mimpimu ini. </p>
<p><span id="more-81"></span>Sosok &#8220;kerabat&#8221; dalam mimpimu itu menurutku melambangkan sosok ayahmu. Waktunya sudah &#8220;akan tiba&#8221;.</p>
<p>Selaras dengan mimpimu terdahulu, mungkin beliau akan wafat dalam &#8220;40 hari&#8221;. Namun, angka tersebut bukan eksak. Dalam tradisi kita, angka &#8220;40 hari&#8221; biasanya bermakna moderat. Jadi, waktunya mungkin bukan sebentar lagi, tetapi juga tidak lama lagi.</p>
<p>Meskipun waktunya mungkin bukan sebentar lagi, keberadaan malaikat yang berdiri di sisi ayahmu itu merupakan petunjuk bahwa hendaknya kamu turut bersiap-siap menghadapi kemungkinan bahwa ayahmu akan wafat sewaktu-waktu. Isyarat ini diperkuat dengan mimpimu semalam yang &#8220;dalam posisi menunggu almarhumah&#8221;.</p>
<p>Kematian itu sendiri tidak harus kita hadapi dengan rasa takut. Bahkan, kita bisa menghadapinya dengan senyuman. Untuk itu, aku persilakan kau baca salah satu buku karyaku, <a href="http://shodiq.com/2008/09/05/hikmah-dan-kisah-nyata-tentang-kematian-yang-indah/">Mati Tersenyum ala Islam</a>.</p>
Posted in konsultasi Tagged: kematian, malaikat, mimpi <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=81&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/02/05/takwil-mimpi-kerabat-wafat-dan-dijumpai-malaikat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>3 Alasan Mengapa Kucintai Orang Miskin</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/01/19/3-alasan-mengapa-kucintai-orang-miskin/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/01/19/3-alasan-mengapa-kucintai-orang-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jan 2009 10:47:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[alasan]]></category>
		<category><![CDATA[cinta]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[kiamat]]></category>
		<category><![CDATA[miskin]]></category>
		<category><![CDATA[surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Kalau kau tergolong kaya, kuharap kau tidak cemburu kalau-kalau aku lebih mencintai orang-orang miskin daripada dirimu. (*Heheha&#8230; Mode GR: on. Sesekali GR mengenai dirimu, gak pa pa, ya!*) Ada sejumlah alasan yang menurutku masuk akal, juga masuk hati. Yang paling utama mungkin tiga alasan berikut ini.
1) Allah memuliakan orang-orang miskin, sehingga mereka lebih dulu masuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=68&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kalau kau tergolong kaya, kuharap kau tidak cemburu kalau-kalau aku lebih mencintai orang-orang miskin daripada dirimu. (*Heheha&#8230; Mode GR: on. Sesekali GR mengenai dirimu, gak pa pa, ya!*) Ada sejumlah alasan yang menurutku masuk akal, juga masuk hati. Yang paling utama mungkin tiga alasan berikut ini.</p>
<p><span id="more-68"></span>1) Allah memuliakan orang-orang miskin, sehingga mereka lebih dulu masuk surga daripada orang-orang kaya. Nabi Muhammad saw. bersabda:</p>
<blockquote><p>Kalian akan berkumpul pada hari kiamat, lalu diseru [oleh Allah], &#8220;Manakah orang-orang fakir-miskin dari umat ini?&#8221; Lalu mereke berdiri, kemudian ditanyai, &#8220;Apa amal kalian?&#8221; Mereka menjawab, &#8220;Wahai Tuhan kami, Engkau telah menguji kami, lalu kami bersabar menghadapinya, sedangkan Engkau memberikan harta dan kekuasaan kepada orang-orang selain kami.&#8221; Allah SWT berfirman, &#8220;Kalian benar.&#8221; Maka mereka masuk ke surga lebih dulu daripada orang-orang lainnya, lalu perhitungan yang berat pun ditimpakan atas orang-orang kaya dan penguasa.&#8221; (HR Thabrani dan Ibnu Hibban dari Abdullah bin Umar r.a, terdapat dalam Shahih at-Targhib wa at-Tarhib (3590))</p></blockquote>
<p>2) Orang-orang miskinlah yang paling mudah aku mintai bantuan ketika aku berada dalam keadaan terpuruk, bahkan seringkali mereka menawarkannya sebelum aku memintanya. Sebaliknya, orang-orang kaya ternyata sulit untuk aku mintai bantuan. Pun diantara mereka belum ada yang menawariku bantuan sebelum aku memintanya. Aku tak tahu mengapa begitu. Apakah dalam hal kepedulian sosial, orang miskin itu lebih peka? Apakah orang-orang kaya itu pelit ataukah aku kurang gaul di lingkungan orang kaya? (Lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/11/27/penulis-romantis-2-jalan-sunyi/">Penulis Romantis (2): Jalan Sunyi</a>&#8220;.)</p>
<p>3) Aku juga ingin menjadi orang miskin di hadapan Allah (walau tampak kaya di hadapan orang lain). Seperti yang sudah kusebutkan di atas, orang miskin itu dimuliakan Tuhan, bukan? Siapa tak mau dimuliakan Tuhan?</p>
<p>Begitulah alasan-alasanku. Apakah kau dapat menerimanya?</p>
Posted in alasan Tagged: cinta, kaya, kiamat, miskin, surga <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=68&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/01/19/3-alasan-mengapa-kucintai-orang-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andai aku termakan nafsu&#8230;</title>
		<link>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/01/09/andai-aku-termakan-nafsu/</link>
		<comments>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/01/09/andai-aku-termakan-nafsu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jan 2009 15:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[ekspresi cinta]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bersalatlah.wordpress.com/?p=65</guid>
		<description><![CDATA[Andai aku termakan nafsu, &#8216;kan kuledakkan semua kata seru yang menyerbuku. Tetapi mereka cuma belum tahu siapa namaku. Belum pernah mereka tengok debar jantungku. Belum pernah mereka jenguk getar otakku. Mereka hanya meludah sebelum mencerna&#8230; 
Andai aku terhirup nafsu, &#8216;kan kuludahi segala kata tanya yang menyapaku. Tetapi mereka cuma belum tahu berapa sisa waktuku. Belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=65&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Andai aku termakan nafsu, &#8216;kan kuledakkan semua kata seru yang menyerbuku. Tetapi mereka cuma belum tahu siapa namaku. Belum pernah mereka tengok debar jantungku. Belum pernah mereka jenguk getar otakku. Mereka hanya meludah sebelum mencerna&#8230; </p>
<p><span id="more-65"></span>Andai aku terhirup nafsu, &#8216;kan kuludahi segala kata tanya yang menyapaku. Tetapi mereka cuma belum tahu berapa sisa waktuku. Belum pernah mereka tatap sudut mataku. Belum pernah mereka genggam ruas jari tanganku. Mereka hanya meminjam sebelah pundakku&#8230;</p>
<p>Andai aku patuhi nafsu&#8230;<br />
di manakah pundakku, wahai Sang Penemu?</p>
Posted in curhat Tagged: ekspresi cinta, puisi, renungan <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/bersalatlah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/bersalatlah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/bersalatlah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/bersalatlah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/bersalatlah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/bersalatlah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/bersalatlah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/bersalatlah.wordpress.com/65/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/bersalatlah.wordpress.com/65/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/bersalatlah.wordpress.com/65/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=bersalatlah.wordpress.com&blog=635231&post=65&subd=bersalatlah&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bersalatlah.wordpress.com/2009/01/09/andai-aku-termakan-nafsu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>