Oleh: M Shodiq Mustika | 14 Maret 2009

Aku senang mencintaimu (dengan bagaimanakah?)

Dengan bagaimanakah aku senang mencintaimu? Dengan sederhanakah? Oh, tidak. Cinta itu penuh dengan misteri. Bila mencintai dengan sederhana, ke manakah cinta kita akan menuju? Kepada kehampaankah? Ogah, ah!

Aku senang mencintaimu dengan terarah:
dengan sehembus bayu yang dideburkan
Ar-Rahim kepada segumpal darah
yang menjadikannya manusia.

Aku senang mencintaimu dengan tertata:
dengan selaksa aroma yang didesirkan
lebah pengolah buah di hening sarang
yang menjadikannya pencinta.

Begitulah puisi Aisha Chuang dalam Nikmatnya Asmara Islami. Puisi tersebut dimaksudkan sebagai “jawaban” atau “sudut pandang yang lain” terhadap puisi karya Sapardi Djoko Damono, “Aku Ingin”:

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

Dalam segi bahasa penyampaian pesan, mungkin puisi Sapardi Djoko Damono ini lebih indah (dan tentu lebih orisinal). Namun dalam segi makna yang terkandung di dalamnya, aku lebih suka puisi Aisha Chuang di atas. Sebab, aku lebih senang menggunakan sudut pandang yang positif daripada negatif. Inilah sebabnya mengapa aku lebih suka memandang cinta sejati sebagai madu yang dihasilkan oleh lebah pengolah buah daripada sebagai abu kayu yang terbakar oleh api.

Oleh: M Shodiq Mustika | 28 Februari 2009

Video: Kecantikan Islami

Allah itu indah dan menyukai keindahan. Maka karena Allah sudah punya rencana yang cukup cantik, nikmatilah hidup dengan penuh kebahagiaan dan cinta. Marilah kita perbanyak syukur seraya mengucap alhamdu lillaah… kemudian kita wujudkan syukur kepada-Nya itu dalam bentuk menciptakan kecantikan-kecantikan yang islami, seperti dalam gambar-gambar (yang dilatari musik yang syahdu) ini:

Oleh: M Shodiq Mustika | 5 Februari 2009

Takwil Mimpi Kerabat Wafat dan Dijumpai Malaikat

saya semalem mimpi pak sodiq, ada kabar salah satu kerabat saya di Bandung meninggal dunia.dimimpi saya dalam posisi menunggu almarhumah dibawa pulang ke rumah.

belakangan saya memang lagi khawatir dengan kesehatan ayaj saya yang terus menurun. gara2 beliau sakit, saya akan ingat terus di tanggal 14 nov 2008 saya bermimpi ayah saya duduk di teras dengan pakaian pulang dari sholat jumat.

lalu ada malaikat turun dan berdiri disampingnya, dengan penuh cahaya mengatakan bahwa umur ayah saya hanya 40 hari dari hari tersebut. saya menghitung mundur pak selama 40 hari dengan cemas ditambah kesehatan ayah saya yang memang kurang baik. gak berani cerita mimpi saya ke siapapun karena takut kejadian..tapi ada temen yang pada tanggal 14 nov saya minta untuk tanya tentang mimpi saya 40 hari setelahnya.

sekarang ayah saya sedang sakit, tapi semalem mimpinya kerabat saya yang meninggal dunia.

apa artinya pak??

Takwil dari M Shodiq Mustika:

Bermimpi didatangi malaikat yang penuh dengan cahaya itu pertanda mimpi spiritual. Gambaran dalam mimpi spiritual biasanya simbolis, termasuk dalam hal “kerabat” dan “40 hari” pada mimpimu ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: M Shodiq Mustika | 19 Januari 2009

3 Alasan Mengapa Kucintai Orang Miskin

Kalau kau tergolong kaya, kuharap kau tidak cemburu kalau-kalau aku lebih mencintai orang-orang miskin daripada dirimu. (*Heheha… Mode GR: on. Sesekali GR mengenai dirimu, gak pa pa, ya!*) Ada sejumlah alasan yang menurutku masuk akal, juga masuk hati. Yang paling utama mungkin tiga alasan berikut ini.

Baca Lanjutannya…

Oleh: M Shodiq Mustika | 9 Januari 2009

Andai aku termakan nafsu…

Andai aku termakan nafsu, ‘kan kuledakkan semua kata seru yang menyerbuku. Tetapi mereka cuma belum tahu siapa namaku. Belum pernah mereka tengok debar jantungku. Belum pernah mereka jenguk getar otakku. Mereka hanya meludah sebelum mencerna…

Baca Lanjutannya…

Oleh: M Shodiq Mustika | 18 November 2008

Perubahan isi blog ini

Mulai sekarang, aku hendak memanfaatkan blog ini untuk mendalami Ikhtiar Islami. Dengan perubahan ini, aku yakin bahwa Allah Sang Maha Penyayang pasti mengubah nasib kita menjadi lebih baik, setelah kita berusaha sebaik-baiknya.

Oleh: M Shodiq Mustika | 1 September 2008

Sentuhan syetan di wajah orang yang tekun beribadah

Kuis: “Apakah di lingkungan sosial Anda, biasanya Anda merasa bahwa Anda tergolong orang yang paling saleh?” Silakan jawab di dalam hati masing-masing dengan sejujur-jujurnya. Lalu marilah kita simak sebuah kisah dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih berikut ini. (Harapanku, kita bisa menjadi lebih rendah hati dalam menekuni ibadah, terutama di bulan Ramadhan ini.) Baca Lanjutannya…

« Tulisan Baru - Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.