Menghunus Qur’an, Menyorong Cinta
8 Mei 2009
Wahai Cinta! Maafkan kami, ya! Selama ini, hampir tak pernah kami balas panggilanmu. Padahal, giat sekali kausapa kami lewat Surat Cinta Terindah dari-Nya. Amboi! Dalam format hubb, kau hadir di 83 tempat. Di 27 lokasi, kau muncul selaku mawaddah. Sebagai rahmah, kau berbicara 321 kali.[i] Subhaanallaah… Bagaimana mungkin kami jadi sahabat karibmu bila kehadiranmu yang serajin itu kami anggap angin lalu? Read the rest of this entry »