10 – Si Penangis Yang Akan Masuk Surga

Nabi Muhammad bersabda: “Aku masuk ke dalam surga, lalu aku mendengar suara langkah orang berjalan [di dalam surga]. Aku bertanya [kepada para malaikat], ‘Siapa itu?’ Mereka menjawab, ‘Dialah si penangis, putri Milhan.’” (HR Muslim)

Mengapa putri Milhan itu akan berada di surga, sedangkan dia gampang menangis? Apakah dia, yang kemudian lebih dikenal dengan nama Ummu Sulaim, manusia tegar yang layak masuk surga?

Ummu Sulaim mendapat julukan si penangis karena gampang menangis. Perasaannya sensitif. Namun, terutama sejak berbai’at (bersumpah setia) mengikuti kepemimpinan Nabi Muhammad), si penangis ini tidak meratap-ratap.

Mengapa tidak meratap-ratap? Apakah sejak bai’at itu, Ummu Sulaim tidak pernah mengalami masa sulit, sehingga “tiada alasan” baginya untuk berlarut-larut dalam kesedihan? Marilah kita telusuri jejak-jejak hidupnya yang relevan dengan tema perbincangan kita sekarang.

Ketegaran Ummu Sulaim yang paling terkenal—mungkin Anda pernah mendengarnya—terjadi sewaktu anaknya yang masih kecil (buah dari perkawinannya dengan Abu Thalhah) meninggal dunia setelah menderita sakit beberapa saat. Dengan tenang, Ummu Sulaim berpesan kepada keluarganya: “Jangan kalian ceritakan kepada Abu Thalhah perihal anaknya itu. Biar aku sendiri yang bercerita kepadanya.”

Malamnya, Abu Thalhah datang dan menanyakan keadaan anak mereka. “Sudah lebih tenang,” jawab Ummu Sulaim seraya menghidangkan santap malam kepadanya. Sesudah suaminya puas makan dan minum, Ummu Sulaim pergi ke kamar dan bersolek secantik mungkin. Melihat itu, bangkitlah nafsu birahi Abu Thalhah, sehingga suami-istri ini bersetubuh.

Setelah melihat suaminya terpuaskan, Ummu Sulaim bertanya kepadanya: “Bagaimana menurutmu jika ada seseorang meminjamkan barang miliknya kepada suatu keluarga, lalu ia memintanya kembali, apakah keluarga tersebut berhak menolak?”

“Tidak,” jawab suaminya.

“Kalau begitu,” ujar Ummu Sulaim, “tabahkanlah hatimu dengan kematian anakmu.” (Si anak sudah diminta kembali oleh pemiliknya, yaitu Tuhan.)

Mendengar berita duka ini, Abu Thalhah menjadi gusar. “Kau biarkan aku menikmati pelayananmu, lalu baru kau beritahu aku tentang anakku?”

Kegusaran Abu Thalhah ini dapat kita maklumi. Pasalnya, Ummu Sulaim itu berwatak terbuka terhadap kebenaran. (Dia tidak malu curhat, termasuk dalam membicarakan persoalan seksual yang biasanya dianggap memalukan bagi wanita pada umumnya.)

Esoknya, Abu Thalhah pergi menemui Rasulullah saw. dan menceritakan apa yang telah terjadi. Kemudian beliau menenangkan dia dengan memberinya harapan baru: “Mudah-mudahan Allah memberi berkah pada malam yang telah kalian lewati dengan manis itu.

Ternyata, harapan beliau menjadi kenyataan. Kejadian malam itu menyebabkan Ummu Sulaim hamil dan melahirkan seorang anak lagi. Belakangan, si anak tumbuh hingga dewasa dan menjadi orang yang saleh.

Manis, bukan? Begitulah buah berkah ketegaran Ummu Sulaim dalam berumah-tangga dengan Abu Thalhah.

2 thoughts on “10 – Si Penangis Yang Akan Masuk Surga

  1. Ping-balik: 8 - Gairahkan Diri dengan Keceriaan « Ayo Sukses!

  2. My spouse and I absolutely love your blog and find a lot of your post’s to be just what I’m looking
    for. can you offer guest writers to write content for yourself?

    I wouldn’t mind publishing a post or elaborating on a lot of the subjects you write about here. Again, awesome web log!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s