Konsultasi: Ibu Suruh Menyuap Rp 80 Juta Agar Jadi CPNS

aku ga tau apa ini masuk kategori konsult cinta apa tdk.ibuku ingin aku dekat dgn cowok stlh aku rampung study and kerja. pada usia 26 th semuanya kudapat,alhamdulillah.akupun mulai dekat dg cowok,melihat usiaku saat itu tiap dekat dg cowok aku selalu bilang aku ga butuh pacaran aku butuh nikah karena aku punya 2 adek yng jg pingin nikah tapi ortu ga restu kalau ada yang dilangkahi,selama 5 tahun 3 kali aku alami kegagalan, 2 kali gagal ketika akan lamaran karena ada cewek yang ngaku pernah di tiduri (maaf) lucunya waktu aku di tanya sama ortunya udah pernah di apa apain belum? ya aku jujur aja aku belum belum pernah di sentuh (mungkin maksudnya di cium atau yang lain lah) waktu itu aku bangga karena aku masih aman and yakin ortu pasti milih mantu yang masih baik ternyata perkiraanku meleset karena belum di “apa apain” aku disuruh ngalah meski dihati sakit banget dengan terpaksa aku menjauh, yang satu gagal waktu pendekatan dengan ortunya karena perbedaan suku.
dari beberapa email yang masuk ke aku, mereka masih berharap dan belum bisa melupakan aku.klise
di usiaku yang sudah 31 apalagi kedua adekku saudah menikah semua akupun berusaha minta di carikan jodoh sama keluargaku tapi sampai detik ini belum ada yang dapat bukan gagal tapi kesalahan waktu di comblangin ternyata aku tak masuk kritaria cowok cowok itu.
sambil menunggu, uang hasil kerja yang rencananya aku buat nikah,aku investasikan untuk beli rumah
beberapa waktu yang lalu senior adekku di tempat kerjanya bilang, fase aku mengalami segala permasalahan itu memang itulah ujian aku dan aku bisa sukses dalam apapun kalau aku minta maaf sama ibu.adekku ga percaya kemudian nanya ke ibu benar tidak kalau ibu punya ganjalan terhadap aku.jujur memang benar ibu merasa sakit hati saat aku memutuskan merantau.hal itu aku lakukan karena maunya ibu semua anaknya dekat dengan beliau dan itu tidak mungkin apalagi penempatan dinas adekku yang bungsu sampai nyebrang laut.meski lama lama ibu mau ngerti tapi terhadap aku ibu belum bisa melupakan.sikap aku dinilai sebagai pemberontakan,setelah aku pikir pikir mungkin kasih sayang ibu terhadapku sungguh berlebihan karena aku anak satu satunya dari suami pertamanya (ortu kandungku bercerai karena hadirnya wanita lain)2 hari kemudian aku pulang untuk mintamaaf ke ibu dan kata ibu beliau sudah melupakan semua
permasalahannya sekarang melihat kegagalanku selama ini ibu minta aku pulang (aku di jawa barat, ortu di jawa timur 12 jam perjalanan) dan aku diminta untuk masuk PNS dengan DP 80 juta biar bisa masuk (itulah sebenarnya aku ga mau di rumah karena ibu maksa dengan keputusan itu)
yang buat aku bingung cinta mana yang mesti aku pilih ” cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?
yang sebenarnya adalah ALLAH ataukah IBU?
bagaimana kalau ibu sakit hati lagi? karena selama ini usahaku menjelaskan tidak baiknya sistem bayar membayar ini mengalami kebuntuan terus.
karena terbukti ucapan ibu selalu terjadi,permasalahan yang menimpaku tak ada penyelesaiannya.
disamping itu aku juga ga tau laki laki yang pantas buatku menurut ibu tuh seperti apa karena beberapa kali ibu nyodorin calon yang sebenarnya ibu sendiri kurang sreg
aku baiknya gimana?

Jawaban M Shodiq Mustika:

Ya, persoalanmu bukan masalah cinta asmara, melainkan jenis cinta yang lain, yaitu cinta kepada orangtua. Pertanyaan pertamamu, ‘cinta mana yang mesti aku pilih ”cinta ibu yang menginginkan aku masuk PNS meski dengan bayar dulu ataukah cinta rumah yang aku beli sebagai pelarian biar aku tidak pulang ke rumah untuk menghindari suap menyuap itu”?’ Jawaban pertamaku, jangan pilih keduanya!

Kamu sudah tahu bahwa menyuap itu dilarang oleh agama (dan juga hukum negara). Tentu kamu juga sudah tahu bahwa walaupun ibumu menyuruhmu begitu, agama kita melarang kita untuk mentaati perintah maksiat dari siapa pun, termasuk dari orangtua.

Namun, jangan jadikan pembelian rumah sebagai pelarian. Belilah rumah seandainya kamu memang sudah membutuhkan. Tapi kalau belum terlalu butuh, mungkin lebih baik ditabung dulu sebagai jaga-jaga kalau sewaktu-waktu muncul kebutuhan mendesak.

Lagipula, kalau kau membeli rumah, bisa-bisa ibumu menafsirkan bahwa dirimu lebih mencintai rumah daripada orangtua. Hal ini bisa sangat menyakitkan beliau. Alasan yang lebih baik mengapa kamu tidak mau menyuap itu adalah bahwa kamu takut kepada Allah. Alasan ini takkan terlalu menyakitkan bagi siapa pun.

Selain itu, yang penting adalah sampaikanlah alasan tersebut dengan cara yang sebaik-baiknya. Biasanya cara kita menyampaikan itu jauh lebih berpengaruh daripada isi pesan kita.

Bagaimana kalau ibumu masih sakit hati? Bertawakallah kepada Allah Sang Mahakuasa. Sebagaimana sudah beberapa kali kusampaikan di situs ini, Islam tidak mengenal hukum karma. Kelajanganmu hingga kini bukanlah disebabkan oleh sakit hatinya ibumu.

Untuk memperkuat tawakkalmu itu, silakan berdoa dan berzikir yang relevan sebagaimana kupaparkan di buku Doa & Zikir Cinta. Adapun untuk mendapatkan jodoh yang setepat-tepatnya, lakukanlah istikharah! Caranya telah kupaparkan di buku Istikharah Cinta.

Demikianlah saranku. Wallaahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s